• Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Baubau
  • Senin, 28 Mei 2018
BERITA
FGD Konfirmasi Temuan Analisis Terkait Hambatan-Hambatan Pelaksanaan Iklim Investasi di Kota Baubau
09 Desember 2017 14-28-06

Dalam rangka mendukung bantuan teknis terkait dengan pengembangan iklim investasi dalam memperkuat ekonomi lokal dan regional di Provinsi Sulawesi Tenggara Proyek NSLIC/NSELRED mendukung kajian iklim investasi dimana Kota Baubau menjadi salah satu focus lokasi. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan pertimbangan ketersediaan fasilitas yang lebih baik bagi daerah lain dalam mendukung iklim investasi dan juga menjadi pusat perdagangan. Kajian ini difasilitasi oleh KPPOD (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah)  yang selama ini focus pada studi kemudahan usaha, otonomi daerah dan iklim investasi daerah. Dalam melakukan kajian ini KPPOD akan melakukan beberapa tahapan kegiatan yang melibatkan pihak-pihak terkait isu pengembangan usaha dan investasi daerah dengan berbasis pada produk unggulan.

Pada tanggal 8 Desember 2017, telah diselenggarakan kegiatan FGD Konfirmasi Temuan Analisis Terkait Hambatan-Hambatan Pelaksanaan Iklim Investasi di Kota Baubau di Aula Kantor Bappeda Kota Baubau. Pada forum tersebut dari KPPOD yaitu ibu TitiesEka Agustine dan pak Yudha Prawira memaparkan 3 hal hasil temuan mereka. Yang pertama itu menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan seluruh pelayananan perizinan, yang kedua itu menyangkut peluang dan tantangan pengembangan rumput laut, dan yang ketiga itu peluang dan tantangan tentang tenun. Kepala Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam dan Infrastruktur Bappeda Kota Baubau Sabaruddin, ST., M.Eng juga berharap semoga apa yang jadi permasalahan, apa yang bisa jadi potensi dan apa yang bisa dikembangkan itu bisa terjawab. Beliau juga berharap SKPD terkait bisa memberikan masukkan apa yang telah ditemukan oleh pihak KPPOD di beberapa tempat agar bisa menjadi bahan acuan dan masukkan untuk penyusunan strategi program NSLIC dalam pengembangan pelayanan iklim investasi di Kota Baubau. Dalam paparan materinya, ibu Tities menyampaikan bahwa ada beberapa usulan terkait rekomendasi dalam memulai usaha, mendapatkan izin bangunan, dan pengalihan hak atas tanah & bangunan, yaitu memulai Usaha, mendapatkan izin bangunan, dan Pengalihan hak atas tanah & bangunan. Dalam hasil survey lapangannya, Tities juga mendapatkan jawaban terkait permasalahan regulasi nasional komoditi rumput laut, bahwa yang menjadi hambatan terkait Ketentuan mengatur tentang standarisasi industri makanan ini adalah beban prosedur yang berlapis dan beban biaya pengurusan, selain itu untuk ketetuan sertifikat IPRT belum menginformasikan ketentuan biaya (berbiaya atau tidak dipungut biaya). Dikatakannya pula ada dua usulan rekomendasi terkait hambatan-hambatan tadi tersebut, yaitu rekomendasi regulasi dan rekomendasi non regulasi. Pada rekomendasi regulasi ini lebih kepada membuat kebijakan insentif dan kemudahan berusaha, membuat kebijakan tentang kawasan budidaya rumput laut, dan melakukan peninjauan kembali kerjasama Teluk Bone. Sedangkan rekomendasi non regulasi yaitu menghidupkan kembali program pemanfaatan resi gudang, melakukan pendataan UMKM tenun dan rumput laut untuk diberikan program IUMK membangun dan mensosialisasikan informasi harga jual komoditas rumput laut yang dekat dengan akses petani, memberikan pelatihan budidaya rumput laut, khususnya pada proses pemupukan agar tidak merusak ekosistem, membangun kerjasama industri pengolahan rumput laut, dan memperkuat kelompok petani rumput dengan laut melalui koperasi.

LINKS
Copyright 2016 - 2018 Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Baubau
Top