• Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Baubau
  • Kamis, 23 Nopember 2017
BERITA
SEMINAR AWAL PENYUSUNAN DOKUMEN MASTERPLAN KOMODITI UNGGULAN KOTA BAUBAU
19 Oktober 2017 08-42-44

Baubau, Kamis 19 Oktober 2017 telah dilaksananakan Seminar awal Penyusunan Dokumen Masterplan Komoditi Unggulan Kota Baubau yang dihadiri kurang lebih 25 orang peserta berasal dari beberapa unsur instansi terkait. Seminar Awal ini dibuka oleh Sekretaris Bappeda Kota Baubau (H. Andi Hamzah, S.Sos. M.Si), dalam sambutannya beliau berharap agar semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait bisa sejalan dalam menyusun masterplan ini, karena dokumen masterplan ini bisa menjadi pedoman untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Baubau berikutnya.

Usai sambutan Sekretaris Bappeda, dilanjutkan dengan pemaparan materi Penyusunan Dokumen Masterplan Pengembangan Komoditi Unggulan Kota Baubau yang disampaikan oleh Dr. Sudirman Zaid, M.Si dari Universitas Halu Oleo Kendari. Secara ringkas materi yang disampaikan beliau adalah sebagai berikut:

  1. Untuk masterplan ini yang digunakan adalah basis data  kecamatan
  2. Berfokus pada produktifvitas yang meningkatkan nilai tambah yaitu pada produktifitas yang mampu meningkatkan nilai riil
  3. Berfokus pada komoditas unggulan daerah, 2 hal yg menjadi ujung masterplan yaitu penerimaan meningkat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
  4. Penyusunan masterplan diikuti dengan action plan komoditi unggulan dalam satu dokumen
  5. Ruang lingkup wilayah yaitu seluruh kecamatan Kota Baubau 
  6. Dasar acuan pada RPJMD dan RTRW disinkronkan dengan NSLIC, MP3EI hanya sebagian, proker BKPRS, dan beberapa program daerah
  7. Populasi dan sampel di tiap kecamatan berjumlah 10 orang, bersifat tentatif, berfokus pada komoditas unggulan
  8. Terkait  FGD akan diundang SKPD terkait dan pelaku ekonomi jika diperlukan hanya apabila hasil data pengambilan data wawancara dan angket terdapat perbedaan persepsi
  9. Untuk analisis penetapan komoditas unggulan digunaan analisis klases dan analisis LQ dgn pendekatan kuantitatif, meski tidak menggambarkan kondisi riil. Sehingga ada metode kualitatif yg digunakan
  10. Setelah itu dilakukan analisis ekonomi komoditas unggulan
  11. Kendala di Sulawesi Tenggara berkaitan Komoditas Unggulan adalah masalah pasar. Terkait beberapa analisis yg dilakukan termasuk SWOT, akan dilakukan perkomoditi, beda komoditas dan beda saluran distibusinya
  12. Industri pengolahan fokus pada kain tenun, industri kuliner khas daerah (ekspor dalam Negeri maupun Luar Negeri). Komoditas Perikanan (ikan tangkap dan rumput laut)
  13. Secara kuantitatif komoditas ini tidak banyak di Kota Baubau namun secara kualitatif komoditas ini bisa dijadikan komoditas unggulan dengan memasok dari daerah sekitar.

Harapan terakhir semoga penyusunan masterplan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan konsep yang tertuang dalam kerangka acuan kerja.

LINKS
Copyright 2016 - 2017 Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Baubau
Top